
STOP BULLYING
Tim Bk Smk N 2 Kudus
Akhir-akhir ini berita mengenai bullying pada
anak kembali marak. Lebih mirisnya lagi, salah satu pemberitaan menyebutkan
bahwa bullying dilakukan oleh sekelompok siswi berpakaian seragam pada
temannya. Begitu pula berita lain tak kalah menyedihkan; tampak salah satu
mahasiswa di-'kerjain' oleh teman-teman satu kampus. Mahasiswa tersebut rupanya
telah lama mendapakan perlakuan kasar dari temannya, namun ia tak melapor.
Akibatnya, rekan-rekan tidak berhenti melakukan bullying hingga
akhirnya kita semua mengetahui aksi bullying dari rekaman video yang tersebar viral di
dunia maya.
Apa yang di maksud
bullying???
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku
agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara
berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah
darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development
mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu
atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun
psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta
dilakukan secara berulang dan terus menerus. Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg. Bullying dapat berbentuk
tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
Barbara
Coloroso membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu sebagai
berikut:
- Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan
nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan
yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat
yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang
keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying,
bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah
dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku
bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada
kekerasan yang lebih lanjut.
- Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah
memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi,
dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas.
Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk
diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak
bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying
dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan
cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.
- Bullying secara relasional atau sosial; adalah pelemahan harga diri korban
secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran.
Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan
yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan
bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku
bullying yang paling sulit dideteksi dari luar..
- Bullying elektronik / cyber ; merupakan bentuk perilaku bullying
yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer,
handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya.
Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan,
animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi,
menyakiti atau menyudutkan.
Sebab-sebab dan Dampak
Negatif Bullying
Berikut Sebab-sebab
Munculnya perilaku Bullying :
- Bullying terjadi karena tradisi turun
temurun dari senior
- Keinginan untuk balas dendam karena
dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama .
- Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan
dan kekuatan (superior)
- Kecewa karena orang lain tidak berperilaku
sesuai dengan yang diharapkan.
- Dorongan untuk mendapatkan kepuasan
- Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank)
Berikut Dampak negatif bullying
bagi orang yang menjadi korban :
1.
Terganggu
fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya’
2.
Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut,
cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan gejala tekanan psikis lain.
3.
Pergaulan sosial terganggu, seperti minder,
menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup.
4.
Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai
jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjalkan tugas, sampai menurunnya
rangking atau tidak naik kelas.
Efek dari bullying di Sekolah
Penindasan memiliki efek
jangka panjang pada korban dan si penindas itu sendiri. Untuk korban, perlakuan
itu merampas rasa percaya diri mereka. Untuk pelaku bullying,
efeknya adalah menjadi kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka. Ketakutan dan
trauma emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan untuk putus
sekolah. Beberapa anak-anak yang terbiasa melakukan bullying di sekolah
akhirnya dapat menjadi orang dewasa yang kejam atau penjahat.
Apa yang Perlu Diperhatikan…
Korban tidak akan mengeluh karena takut menerima reaksi dari
si pengganggu. Namun, mereka biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti di
bawah ini :
1. Kesulitan tidur
2. Kesulitan menaruh perhatian
di kelas atau kegiatan apapun
3. Sering membuat alasan untuk
bolos sekolah
4. Tiba-tiba menjauhkan diri
dari aktivitas yang disukai sebelumnya seperti naik bus sekolah atau
mengunjungi tempat bermain
5. Tampak gelisah, lesu dan
putus asa terus-menerus
Bagaimana
Mencegah dan Melawan Bullying
Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban
tindakan bullying antara lain yang dapat kita lakukan adalah :
1. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan
2. Jangan sendirian terutama di tempat
sepi
3. Hindari cari gara-gara dengan pelaku
bullying
4. Jangan
berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau
berada di sekitar mereka
5. Kenali dan perhatikan pelaku bullying
6. Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk
apapun.
Sedangkan
Untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut :
1. Jadilah orang yang percaya diri dan
tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu.
2. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu jangan
biarkan emosi terpancing
3. Jika melihat ada teman yang menjadi
korban, maka tolonglah korban dan laporkan
4. Lakukan perlawanan diikuti dengan
berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan
Catatlah tempat, orang-orang yang
terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan pada orang tua, guru
atau pihak berwajib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
beri saya masukan